Tidak Sengaja yang Bawa Faedah

Tidak sengaja bertemu dengan teman se-Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU) Mas Khoirul Anwar di Perpustakaan Unisma. ‘Tidak sengaja’ karena ketemunya memang tidak direncana apalagi janjian.

Begini ceritanya, ketika selesai dari kegiatan ‘Kick Off Satu Abad NU’ yang telah berlangsung di Auditorium K. H. Tolhah Hasan, Rabu (07/01/26), saya dengan rombongan dari PCNU Bojonegoro pergi melihat-lihat kampus Unisma.

Salah satu objek tujuan kami adalah masjid. Kebetulan, salah satu pengurus PCNU telah hafal lokasinya dan kami ke sana. Ketika hendak mau sampai masjid, saya melihat bangunan Perpustakaan Unisma. 

Dalam angan-angan sederhana saya, ‘Saya harus mampir’, kalimat itulah yang saya sampaikan kepada Ustaz Rifqi –panggilan akrab Rifqi Azmi, dengan jawaban ‘Ok, dari pada penasaran’, ungkapnya.

Setelah kami sholat –jamak dan qoshor, kemudian makan nasi kotak berjamaah –bareng-bareng dengan lainnya, saya bersama Ustaz Rifqi ke Perpustakaan Unisma. 

Di lantai satu Perpustakaan Unisma, terdapat identitas nama perpustakaan, kemudian di sampingnya ada NU Corner, sebuah tempat khusus yang membranding buku-buku ke-NU-an. Ketika di lantai 1 sudah saya kelilingi, saya dan Ustaz Rifqi melanjutkan naik tangga ke lantai 2.

Kala di lantai 2, spot-spot membaca lesehan banyak areanya. Kemudian ada pula meja baca di area outdoor yang penuh semilir angin. Ketika sudah selesai muter-muter, akhirnya kami melanjutkan ke lantai 3.

Di lantai 3 itulah rak-rak buku banyak berjejer. Kemudian terdapat meja bundar yang mempercantik ruang perpustakaan. Agar bentuknya tidak hilang, saya terlebih dahulu izin foto kepada pustakawan yang kebetulan ‘ada’ di ruang sirkulasi.

Setelah memfoto itulah saya coba memperkenalkan diri kepada Mas Khoirul bila saya adalah Kepala Perpustakaan Unugiri yang belum genap tiga bulan. Mas Khoirul kemudian izin sebentar dan mencetak sesuatu dan ditunjukkan kepada saya.

Ternyata, flyer itu adalah kegiatan’Seminar, Workshop, dan Musyawarah Nasional III APPTNU’ yang akan berlangsung Kamis-Jumat (15-16/01/26) di Unisma. Saya baru nyadar, kalau agenda tersebut ada di Unisma. Adapun saya di Unisma.

Yang agak belum sadar berikutnya, saya bertemu salah satu narasumber yang tidak lain adalah Mas Khoirul. Saya coba berucap, ‘Inikah narasumber besuk, tapi kini sudah bertemu dahuluan.’ 

Ia pun memberi penegasan kepada saya agar bisa hadir diagenda tersebut, sembari berdikusi perihal literasi mendatang.

Tunjukkan flyer kegiatan saya dan Mas Khoirul 

Kami –saya dan Mas Khoirul, akhirnya ngobrolin perihal menulis. Beliau juga menceritakan, bila dirinya juga memiliki taman baca di rumahnya, dan impian mendatang bisa produktif menulis sebagaimana ilmuan Islam dahulu, jelasnya kepada saya. 

Kepada Mas Khoirul saya sampaikan, bila saya memiliki group khusus yang doyan menulis. Syarat untuk bisa bergabung kudu punya blog, dan diisi –alias menulis, apa saja ide pikiran yang muncul untuk selanjutnya di posting dan share di group tersebut.

Group itu saya sampaikan ke Mas Khoirul bernama ‘Pena Blogger’, sebab beliau juga ingin belajar banyak perihal menulis. Alhamdulillah, saya dipertemukan kembali dengan komunitas special literasi. 

Cerita di atas, sungguh Allah Swt sudah atur. Saya tidak tahu, tidak menyangka, bahwa pukul 13.04 Wib bisa tukar nomor dengan beliau langsung. 

Dari sekadar ingin mengetahui Perpustakaan Unisma, Allah Swt mrembetkan bisa nyambung silaturahim. Inilah faedah yang bisa saya dapatkan.

Posting Komentar

0 Komentar