Perjuangan Menulis Berita di Kereta


Ini, adalah pengalaman mengesankan saya menulis berita. Bukan di kantor. Bukan pula di warung kopi. Tetapi, saat perjalanan di kereta kala ke Semarang, Selasa (20/01/26).

Kala mau menulis, memang ada laptop di tas. Hanya saja terlalu ribet. Akhirnya, mengandalkan notes gadget. Data hasil rapat, memang telah tersimpan kala koordinasi. Hanya saja, kala mau saya buat berita, ada sebagian –pengurus, yang tidak menghendaki.

Oleh sebab ada perintah Ketua Satgas, saya kemudian menyusunnya secara mudah, sederhana, kegiatan perdana koordinasi. Yang penting dan normatif saya tulis, kemudian yang off the record, tidak saya jelaskan semua.

Di layer gadget, secara bergantian saya buka tutup. Dari kalimat per kalimat saya susun. Semangat saya hanya belajar melanyahkan nulis berita, serta tunaikan tugas membuat capture kegiatan.

Tugas kecil, bila kemudian diselesaikan, tentu di sinilah nilai mahalnya. "Tugas kecil saja selesai, apalagi yang besar. Insya Allah selesai," begitulah kira-kira konon kata orang-orang.

Ketika telah selesai, saya coba lakukan editing dahulu. Jangan sampai, ada typo. Sehingga, tulisannya tidak sedap dinikmati saat dibaca.

Bagi saya, ketika berita telah publish di media, artinya dia siap dinikmati. Jika kemudian dalam proses dinikmati terdapat kalimat yang kurang betul, di situlah kemudian sajian menjadi berkurang nikmatnya.

Kala melakukan editing, saya baca dari kata perkata, kalimat, paragraf hingga kemudian selesai. Yang masih typo, saya ganti. Apalagi, kala mengetik di keyboard gadget, terkadang besarnya jempol itu keliru menyentuh huruf layar sentuh sebelahnya. Alhasil, kemungkinan huruf tertukar besar.

Setelah memastikan betul, saya kemudian kirim ke redaksi blokbojonegoro.com melalui email. Foto di galeri juga saya insert-kan dan saya pratinjau agar tidak salah. Alhamdulillah, di tengah perjalanan ke Semarang, rilis berita sudah terkirim.

Konfirmasi

Ketika sudah terkirim, saya kemudian Informasi pihak redaksi. Saya sampaikan, bila ini dari NU. Alhamdulillah, bisa diterima.

Saya juga sampaikan bila membuatnya itu kala perjalanan ke Semarang. Artinya, ketika ada waktu untuk menuntaskan tugas, dengan sarana apapun selama bisa, saya coba kerjakan dan selesaikan.

Nunggu Hujan

Ketika sampai di Stasiun Poncol Semarang pukul 17.30 Wib, posisi hujan turun. Alhasil, setelah jamaah maghrib di mushola, saya menunggu dahulu hujan reda. Itu, agar saya tidak pesan goCar, melainkan goRide.

Pilihan kedua ini selain demi ‘penghematan’ juga untuk melihat perubahan Kota Semarang dari waktu ke waktu. Ketika hujan sudah mulai reda, dapatlah goRide yang mengantarkan saya ke almamater kala merantau di Kota Semarang.

Kala sudah sampai, akhirnya berita publish dan saya kirimkan ke group Satgas Pengkaderan. Sampai di sini, diri menjadi lega. Oleh sebab, tanggung jawab sudah selesai, di mana bisa meneruskan tugas lain-lainnya. 

Silahkan hasilnya bila mau dibaca berjudul “Satgas Pengkaderan PCNU Bojonegoro Mulai Gerak”.

Posting Komentar

0 Komentar