Pagi ini, Kamis (2/4) alhamdulillah bisa menyempatkan jalan pagi. Usaha ini, dalam rangka untuk menghindari tidur pagi. Terlebih, hadis ke 2606 riwayat Abu Dawud, Rasulullah Saw mendoakan berkah bagi siapa saja yang tidak tidur pagi dengan redaksi “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi hari.”
Jika mendasarkan hadis di atas, bila Rasul akan mendoakan siapa saja yang tidak tidur setelah subuh –dengan catatan jika tidak ada udzur dan keperluan, untuk itulah jalan pagi via sandal jepit saya lakukan di sekitar Unugiri. Selain sepi, menurut saya juga nyaman.
Kala melintasi jalan lingkar, terbayang rumput yang sudah mulai kudu dicukur. Saya membayangkan bila itu dilakukan, maka keberadaan pohon-pohon hijau akan menjadi indah.
Dicukurnya rumput memakai mesin pemotong, akan menambah indah kampus. “Sungguh, terawat,” itu sedikit persepsi dan mungkin persepsi selain saya ketika melintas.
Dalam perspektif lain, kampus Aswaja, kudu menampilkan sisi kebersihan. Mengapa? Secara teori kita bisa banyak menyebutkan dalil yang menunjukkan bila kebersihan adalah perintah teologis. Bahkan, bisa menjadi indikator penanda keimanan.
Jika secara teologis sudah seperti itu, tentu implementasi ekoteologis atau lahirnya upaya –diri maupun institusi bila pelestarian lingkungan adalah perintah Tuhan perlu diwujudkan secara nyata. Karenanya, bila kemudian rumput itu rutin dicukur, maka orang yang melihat akan terkesima.
Sport Olahraga
Dalam jangka panjang, jalan melingkar di Unugiri, akan bisa saja dijadikan sport olahraga. Dari awalnya sepi, seiring dengan intensifnya perawatan dan pengenalan, Unugiri akan ramai.
Alhasil, ia –dalam hal ini Unugiri, tidak sekadar menyediakan sarana pembelajaran tinggi –dengan hadirnya Prodi PJKR saja; tetapi sarana berolahraga yang murah meriah juga terwujud.
Apalagi, bila kemudian didukung oleh lingkungan aman, sehat, rapi dan indah (ASRI), suasana promosi orang dari luar yang dipersilahkan berolahraga pagi di Unugiri bisa diciptakan.
Selain sarana berolahraga, orang juga bisa melihat gedung-gedung yang ada di Unugiri. Bahkan bila kemudian semakin ramai, perihal baner penerimaan mahasiswa baru (PMB), kemudian videotron di luar yang bercerita perihal apa saja yang ada di Unugiri, bisa dipasang dan diputar berulang-ulang.
Jika kemudian masyarakat yang berolahraga terasa kerasan, dalam jangka panjang bisa diadakan pagelaran ekonomi kreatif dari usahawan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Sehingga, simulasi ekonomi micro bisa terbentuk.
Ini hanya catatan saya saja. Bila kemudian menjadi kenyataan, tentu semua untuk Unugiri semakin baik dan baik. Amin ya rabbal ‘alamin.

0 Komentar