Entah pikiran apa yang menjadikan saya selepas jalan pagi, Minggu (05/04), di jalan lingkar Unugiri melakukan resik-resik sampah.
Tepatnya, di samping gedung perpustakaan. Bayangan sederhana saya adalah, karena fokus diamanahi perpustakaan. Alhasil, kebersihan di bawah tepatnya di Selatan Musala Unugiri saya bersihkan.
Ada tempat sampah, tetapi masih ada sampah plastik, puntung rokok, serta daun dan rumput. Oleh karena tidak ada sapu lidi, saya pinjam Pak Tolib, saya sapu sampah yang berceceran.
Tempat sampah yang asalnya goling saya berdirikan, lalu di sudut-sudut bangunan kamar mandi musala yang ada puntung rokok saya juga sapu.
Ketika sudah saya sapu, ternyata keren juga bila besih. Jika secara kasat mata kala kita bebersih, setelah itu menjadi indah lalu kita senang, ini selaras dengan firman Allah Swt dalam surah al-Baqarah: 222, yang senang dengan kebersihan.
"...Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." Artinya ia –kebersihan dan perilaku hidup bersih, kudu menjadi nomor wahid.
![]() |
| Setelah dibersihkan. Foto UR. |
Setelah saya sawang-sawang kok indah, saya teruskan sedikit perihal bersih-bersihnya. Yakni, rumput kemudian saya cabuti. Sehingga, jalan ke tangga lantai 2 perpustakaan menjadi indah dan bersih.
Kemudian, ketika itu dijadikan lalu lintas mahasiswa, dosen, dan siapa saja, dan terlihat bersih hati akan lega.
Ketika rumput sudah bersih, lalu sisa-sisanya saya sapu. Saya pandang, alhamdulillah bisa bersih ternyata. Dalam batin saya, “Ya Allah, baru hal kecil seperti ini yang bisa saya lakukan”.
Perihal kebersihan, sebenarnya bisa dibangun secara kolektif. Pertanyaannya, mengapa tidak mengandalkakn kebersihan saja? Iya, bisa.
Hanya saja, jika hal itu bisa dilakukan atas kesadaran diri, tentu kebersihan akan bisa masif dilakukan. Adapun teman-teman kebersihan, bisa melakukan pembersihan lain yang lebih menyita tenaga.
Sebagai contoh, memotong rumput-rumput di bawah pepohonan yang sudah ditanam di area Unugiri. Jika hal itu dilakukan, maka motto “A Truly Green Campus” atau kampus yang benar-benar hijau, tidak sekadar hijau dari sisi warna –gedung dan kostum.
Tetapi secara ekologis juga mewujudkan lingkungan hijau di mana kantong-kantong oksigen diciptakan, dipelihara kebersihannya, sehingga akan mewujudkan kesejukan nyata secara alami.
Adapun orang yang jogging, jalan-jalan pagi, akan memilih di Unugiri. Oleh sebab, ekologis hijau dihadirkan lewat tetumbuhan peneduh, terwujuud nyata perawatan dan kebersihannya.


0 Komentar