Dosen Berdampak

Mendampingi madrasah Islam dalam hal branding melalui website yang dimiliki, adalah hal yang menarik. Sudah seharusnya madrasah yang belum memiliki website pribadi, bisa untuk membuat. 

Adapun bagi yang sudah memiliki, juga jangan luput untuk melakukan update konten. Hal itulah yang saya lakukan kepada Madrasah Islamiyah Malo (MAISMA) Bojonegoro

Hal utama yang mendasari saya mau untuk ikut mendampingi adalah, semangat Kepala Madrasah (Kamad). 

Kemudian, unsur pendidik yang menjadi team work dalam mengemas kegiatan yang lahir (mrocot) dari madrasah, untuk kemudian di kemas menjadi berita dan dipublis di website madrasahnya.

Selain Kamad, lalu pendidik, unsur lain juga dari siswanya yang aktif membantu membuat konten branding. 

Perjalanan kesedian untuk mendampingi, itu dimulai tepatnya kala saya diminta untuk menjadi pembicara rekan sesama dosen yang menjadi pembimbing asistensi mengajar (AM).

Pada kedatangan pertama Sabtu (24/01/26), saya diminta oleh Ibu Zia –panggilan akrab Zumrotul Fauziah, mengisi “Workshop Konten Digital Institusional Branding” yang terlaksana di Aula MAISMA dengan peserta calon OSIS baru.

Pada workshop itu, saya perkenalkan konsep mengapa MAISMA perlu dibranding, unsur-unsurnya meliputi apa saja, kemudian juga contoh nyata bentuknya. Diakhir kegiatan tersebut, saya juga lengkapi dengan praktik nyata, yang hasilnya saya kumpulkan dalam link khusus.

Hadir Lagi

Pada kegiatan pertama inilah, saya diminta Kamad untuk tidak sekali saja hadir. Bahkan, beliau juga meminta saya menjadi bagian dari “konsultan” dibidang promosi madrasah yang dimiliki kepada publik.

Oleh karena Kamad yang meminta kepada saya, saya pun menyanggupi dan siap menularkan perihal menulis sebagai tool untuk membranding madrasah, sehingga masif diketahui oleh publik. 

Bahkan, perihal waktu kapan saya bisa kembali ke MAISMA, beliau meminta waktu saat itu juga, agar jauh-jauh hari bisa dipersiapkan. Akhirnya, Kamis (29/01/26) saya berikan waktu untuk bisa berbagi kepada guru-guru perihal menulis berita.

Pertemuan kedua, meski sendiri dan tidak ditemani mahasiswa, saya menyampaikan cara Menulis Berita secara mudah berdasarkan best practice. Adapun pesertanya, adalah guru yang ditunjuk mengawal publikasi madrasah, serta perwakilan OSIS yang ditunjuk.

Materi yang saya sampaikan terdiri dari tiga sesi, pertama adalah paparan perihal berita, kemudian kedua praktik menulis berita yang sebelumnya saya telah bagi menjadi tiga kelompok, di mana masing-masing dari siswa didampingi oleh guru.

Adapun ketiga adalah review hasil pengerjaan masing-masing kelompok. yang terbaik, kemudian saya tunjukkan cara untuk mengirimkan ke media ternama blokbojonegoro.com. Alhamdulillah tayang berjudul “Belajar Digital Branding, MA Islamiyah Malo Adakan Pelatihan Menulis Berita”.

Pasca pertemuan kedua dan hasil kegiatan tayang di media massa, semangat MAISMA menyala. Bahkan saya pantau dari website yang dimiliki telah produktif menulis pemberitaan. Hanya saja, masih terdapat kualitas yang perlu diperbaiki dalam kepenulisan yang itu butuh kehadiran saya secara offline ke MAISMA.

Pada pertemuan ketiga, Sabtu (14/02/26) saya menyampaikan catatan dengan tema besar bagaimana melakukan optimalisasi branding MAISMA melalui website. Enam catatan, saya berikan sekaligus mempraktikkannya dalam postingan. 

Pasca kegiatan tersebut, per Februari –tepatnya Sabtu (21/02/26), saya lakukan observasi dari website yang dimiliki, sudah diterapkan arahan dan produktif  melahirkan pemberitaan sebagai sarana branding MAISMA.

Dari bulan Januari-Februari 2026, postingan berita di website sudah ada 11 yang dihasilkan. Ini artinya, semangat mendokumentasikan kegiatan internal, semoga memudahkan bila data itu dibutuhkan oleh MAISMA. 

Apa yang saya lakukan tersebut, adalah bagian dari rasa cinta berbagai kepada sesama. Yakni, kemanfaatan melalui skill kepenulisan yang saya miliki. Atau dalam trend Kemdiktisaintek diistilahkan dosen berdampak

Yaitu, dosen yang tidak sekadar fokus dengan pembelajaran, melainkan melalui kemampuan penelitian yang dimiliki –dalam hal ini keterampilan menulis, saya bisa memberi dampak terhadap lingkungan pendidikan salah satunya MAISMA berwujud pengabdian.

Posting Komentar

0 Komentar