Blog laraswangi.my.id, milik Pak Slamet Widodo sudah mantap. Tempo hari, saya dan beliau seperti saut-tulisan –dalam arti saling mengirimkan karya terbaru di blog yang telah diposting, untuk dibagikan.
Minimal, ketika tulisan saya share ke Pak Slamet, beliau pembaca setia saya. Sebaliknya, bila beliau share tulisannya ke saya, saya menjadi pembaca setia beliau.
Pola ini bagi saya menarik. Pertama, saya dengan Pak Slamet, seperti menemukan komunitas menulis berbasis blog yang doyan untuk mengabadikan ide apapun.
Saya juga pernah mengirim secuil chat kepada beliau, bila peristiwa yang terjadi pada kita itu berharga banget.
Celakanya, tidak banyak –dari kita, yang mengabadikan berbentuk tulisan. Meski ‘belum’ banyak yang berminat untuk konsisten menuliskan apa saja di blog pribadi, minimal saya dan Pak Slamet telah melakukan hal itu.
Kalau kemudian ditanya orang lain mengapa saya mengajak teman, mahasiswa, hingga orang lain untuk mengawetkan pikiran di blog? Apakah bapak sudah memiliki blog!
Kalau ada pertanyaan itulah kita bisa mengasih jawaban, silahkan klik ‘usmanroin.com, dosenok.my.id’; atau bila Pak Slamet yang ditanya seperti itu bisa menjawab, silahkan buka ‘laraswangi.my.id’, beres.
Kedua, yang saya lakukan ini adalah bagian dari komunitas blog. Meski anggotanya baru saya dengan beliau. Itu bila beliau bersedia, ha ha!
Dalam pikiran ‘nakal’ saya, saya seperti ingin membuat group blogger untuk share hasil karya terbaru yang telah dihasilkan.
Apa pentingnya?
Group yang se-hobi itu itu tentu memiliki manfaat untuk menyamakan kegemaran, kesenangan istimewa pada waktu senggang, bila mengutip KBBI.
Dari kegemaran itulah bagi saya, bila yang ada di group itu saling menghasilkan tulisannya sendiri –bukan share tulisan orang lain, akan memunculkan motivasi bersama untuk saling tidak ingin tertinggal dalam menulis. Alhasil, dia akan terbawa irama ‘mencipta’ tulisan.
Sampai tulisan ini saya buat, sempat tercetus group bernama ‘Pena Blogger’. Group ‘PB’ ini sebagai wadah share tulisan yang telah dipublis melalui blog sendiri.
Maka, persyaratan untuk bisa bergabung tentu harus memiliki blog baik yang belum dicustom atau yang sudah.
Kemudian, bersedia untuk menciptakan tulisan karya sendiri apapun itu, untuk kemudian dishare di group.
Bila ada anggota yang kemudian selama seminggu tidak menciptakan karya, maka dia dipersilahkan untuk meninggalkan group. Atau saya akan keluarkan dengan terhormat. Ha ha!
Ketiga, dari sharing-sharing tulisan masing-masing blog itulah, dalam jangka panjang bisa diwujudkan menjadi buku antologi.
Saya kalau memberi pengertian kepada mahasiswa, buku antologi itu adalah buku yang ditulis secara gotong-royong. Kroyokan, meminjam terminologi Jawa
Perihal penerbit buku, insya Allah tidak akan kurang. Ada ‘Penerbit Mitra Karya’ milik Pak M. Bagus Ibrahim, lalu ‘Pena Abadi’, insya Allah milik saya yang segera akan launching.
Keempat, setelah buku tercetak, kita bisa menjualkan bersama-sama. Hasil dari penjualan bisa digunakan untuk membuat literasi percontohan di sebuah lembaga ‘A, B, C dan seterusnya’ sebagai wujud pengabdian.
Sehingga dari ‘pena’ para blogger inilah, kita akan ikut membentuk budaya menulis menjadi muncul bak kecambah dan tumbuh subur seperti ladang pertanian kita. Amin.

0 Komentar